First Time at Friendster

Dari dukungan dan desakan berbagai pihak, terutama fans2 yg menuntut foto2 n berita update ku (hanya harapan), akhirnya (dengan terpaksa) Yuri join juga di friendster. Alasan utamanya u tidak bergabung di dunia FS itu sebenarnya males update berita n foto, merasa download foto itu hal yg tidak penting n menghabiskan waktu, n malas2 lainnya yg g perlu diketik di sini…

Berhubung account baru, yahh, masih pede lah buat masang foto close up (yg g jelas mana hidung mana mulut) buat “Who’s viewed me?”. Naah… karna gaptek n gak tau menau plus inisiatif tinggi yang tidak dibarengi dengan ke-hati2an, maka Yuri pun meng-click icon “invite friends from email address book”. Pikirku, masih bakal bisa di pilih2 lagi, siapa saja yang akan di-invite. Tau2nya… Jebret-jebret (bukan sound efect jepretan foto)… friendster dengan tanpa ampun dan belas kasihan mengirimkan invitation yg dilengkapi dg foto ma’nyos ku ke seluruh e-mail address di address book ku yg totally sekitar 200-an plus milis2 yg kuikuti. Aduuuuuuh!!! Mau mati aja deh. 200-an email address itu termasuk dosen, temen kerja n atasan dulu, orang2 yg di segani, orang2 yg ku-jaim-i, orang2 yg dihindari, dll lah…

Walhasil, selama beberapa hari diriku mencoba lariii dari cobaan berat ini (halah-mendramatisir). Biasa… menunda2 dan berharap waktu bisa menyelesaikannya (kebiasaan buruk yg tidak boleh ditiru!). Setelah meyakinkan diri bahwa waktu tidak bisa menyelesaikannya, baru deh diriku dengan berat hati-berat tangan-berat beban-berat badan-berat jenis ku buka friendster ku (yg list pending invites-nya sudah berdesak2an) n yahoomail ku (yg inboxnya udah padat dg reply2 dari orang yg -dengan tidak sengaja- ku invite). Waduh mulai dari mana nih? Pikir ku… Sebagian besar yg membalas itu temen2 kantor dulu, yg komen nya kurang lebih : Aduuuh, lu gak tau apa kalo di sini friendster itu forbidden? atau : Dodol, napa yg di invite imel kantor gue? Waduw. pusing juga mesti bales satu2…. Hari pertama ada sekitar 60an reply. gilee dah. Maluuunya itu lho… Dasar Friendster yg menyusahkan. Baru di awal aja udah buat masalah. gimana nanti?

Tapi ternyata dari e-mail2 menyebalkan itu, Yuri akhirnya bisa e-mail2nya dg teman2 n kenalan yg sudah lama tidak contact2kan. Bahkan invitationku yg terposting di milis malah disambut baik. Jadinya kita tuker2an alamat FS. Berawal dari ke-tidaksengaja-an, akhirnya jadi punya banyak temen lagi. Jadi tau kabar2 mereka lagi… Jadi tambah temen lagi. Seneng.

Yuri belajar, dari setiap kesulitan itu ada suatu pelajaran yg bisa diambil. Belajar untuk tidak menunda masalah. Selain itu, sepertinya dengan FS ini, Yuri jadi bisa belajar u konsisten dalam meng-update2 berita. Berawal dari hal kecil lah ya.. So, keep up the sprit palz!

Advertisements
First Time at Friendster

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s