Things I Love About My Job (Special Edition : In Bahasa)

  1. I love the responsibilities. Meskipun pulang malem belum tentu membuat kerjaan ku selese (saking banyaknya). Meskipun banyak dari pekerjaan itu, yg sebenarnya bukan tanggung jawabku. Kadang2 jadi kagum sama diri sendiri. Yuri punya stamina yg hebat yah. Hahahaha! Anyway, intinya sih menetapkan paradigma kita. Yuri yakin, tidak sedikit orang yg g suka dg kerjaannya. Tapi apakah dg menyimpan perasaan “tidak suka” itu bisa menyelesaikan masalah? That’s the point. Ga menutup kemungkinan, kita melirik perusahaan lain n apply kiri-kanan, tapi mesti ttp fokus n komit dong sama tanggung jawab kita di kerjaan yg sekarang. Kenapa? Karna semua hal negative yg kamu lakukan “SELALU” berpengaruh u org lain, meskipun hal sederhana, yg kamu pikir gak ngaruh u orang lain.
  2. I Love My Teamwork. Meskipun g jarang kita cekcok n berselisih pendapat. Meskipun  kadang2 sulit sekali membuat mereka sepaham dgn Yuri. Tapi di situ lah serunya sebuah team. Pelangi tampak indah karna dia terdiri dari 7 warna, begitu juga profesionalisme kerja dan tim. Coba deh klo pelangi cuman satu warna. Ungu semua, atau merah semua. Plis deh! Lagian, klo tiap ada masalah, kita jadi berantem n putus tali persahabatan, kapan dong dapat sahabatnya? Masalah ada u diselesaikan, bukan u dibiarkan begitu saja. Bukankah masalah2 yg membuat kita banyak belajar?
  3. I Love My Office. Meskipun ruang kerja team kami agak sempit. Meskipun komputernya lambat luar biasa dan kurang jumlahnya sehingga Yuri terpaksa bawa laptop sendiri. Meskipun kadang2 meja Yuri dipinjem buat jilid2 n Yuri mesti pindah meja. Tapi, ruangan kami sebenarnya udh lebih dari cukup u semua aktivitas kami. Kami punya ruang khusus u kerja n ruang khusus u merakit robot. Intinya, belajar bersyukur dg kondisi yg sudah ada. Klo kita tidak mengenal kata “syukur” mungkin dunia ini sdh kacau balau karena ambisi pribadi kita. Bukannya tidak boleh menuntut lho. Tapi semua ada porsinya. Kadang2 kita malah perlu mengalah u kebaikan bersama. Iya kan? 
  4. I Love My Salary. Meskipun buat makan sendirian di resto mewah harus pikir2, apalagi traktir temen. Hehe.. Meskipun belum bisa borong buku2 favorit di Gramedia. Meskipun masih jauh dari kata “Makmur”. Tapi sudah cukup untuk kebutuhan sehari2 dan beberapa keperluan dadakan. Poin-nya apa sih? Poin-nya adalah mengerti keadaan pihak lain (dalam hal ini perusahaan). Perusahaan kita untungnya gede gak sih? Jangan2 masih merugi (apalagi perusahaan2 baru). Kalo memang perusahaannya masih merugi, kira2 wajar tidak kita menuntut gaji yang tinggi? Sebenarnya sih sah2 aja. Tapi kontribusi yg kamu berikan ke perusahaan udh sesuai belum dg gaji yg kamu minta? Poin berikutnya adalah, saat kamu di posisi pemilik perusahaan, apa yg kamu harapkan dari karyawan2 mu? Dari mana kira2 kamu bakal ambil duit untuk membayar gaji karyawanmu saat perusahaan masih merugi? Pinjaman bank mungkin, setelah menjaminkan rumah kamu. Saat itu, apakah kamu berharap karyawan2 mu mengerti kondisi perusahaan? Kalau iya, maka jadilah karyawan yang mengerti kondisi perusahaan. Karna semua kebaikan yg kamu lakukan akan dikembalikan berlipat-lipat oleh-Nya.
Advertisements
Things I Love About My Job (Special Edition : In Bahasa)